1 Februari 2023

Algoritma: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenis-jenisnya – detikcom

Pernah belajar tentang Algoritma dalam matematika? Ternyata algoritma ditemukan oleh salah seorang matematikawan asal Uzbekistan, yaitu Muhammad Ibn Musa al-Khawarizmi.
Dalam dunia literatur Barat, al-Khawarizmi lebih dikenal dengan sebutan Algorizm. Panggilan tersebutlah yang kemudian dipakai untuk menyebutkan konsep algoritma yang ia temukan.
Algoritma adalah kata serapan dari bahasa Inggris, yakni algorithm. Algorithm sendiri tidak murni dari bahasa Inggri, melainkan dari bahasa Arab yang berarti proses menghitung dengan angka Arab.
Apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, algoritma adalah logika, metode, dan tahapan sistematis yang digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan, sebagaimana dikutip dari buku berjudul 10 Langkah Belajar Logika dan Algoritma Menggunakan Bahasa C dan C ++ di GNU/ Linux oleh Ema Utami dan Sukrisno.
Definisi tersebut serupa dengan arti algoritma menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam KBBI, tertulis arti algoritma adalah prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dalam langkah-langkah terbatas.
Namun pada beberapa konteks, algoritma merupakan spesifikasi langkah-langkah dalam melakukan suatu pekerjaan.
Dalam perkembangannya, kata algoritma lebih banyak digunakan dalam bidang komputer atau yang lebih dikenal dengan algoritma pemrograman.
Algoritma pemrograman adalah langkah penyelesaian suatu permasalahan yang menghasilkan sebuah solusi dalam bentuk program komputer.
Algoritma memiliki peran yang sangat penting dalam ilmu Komputer. Bahkan algoritma dapat dikatakan sebagai jantung komputer.
Hardware dan software pada komputer hanya dapat dikendalikan melalui sintaks dan kode pemrograman
Melansir buku Action Script 2.0 Flash MX 2004 karya Yahya Kurniawan, algoritma tidak boleh bergantung pada bahasa pemrograman tertentu. Hal ini dikarenakan algoritma harus dapat diwujudkan oleh bahasa pemrograman apa pun.
Algoritma dapat disajikan dalam dua bentuk, yakni dalam bentuk tulisan atau bahasa dan dalam bentuk gambar.
Ciri-ciri algoritma yang baik adalah:

1. Precise
Precise di sini maksudnya adalah tepat, benar, dan teliti. Setiap instruksi dalam algoritma harus ditulis secara teliti tanpa keraguan.
Dengan begitu, setiap instruksi dapat dinyatakan secara eksplisit tanpa menghilangkan bagian apapun karena pemroses dianggap sudah mengerti.
2. Jumlah langkah atau instruksi berhingga dan tertentu
Dalam kasus yang sama banyaknya, setiap langkah harus tetap dan tertentu walaupun data yang digunakan berbeda.
3. Efektif
Seluruh instruksi sangat mungkin untuk dikerjakan oleh pemroses. Tidak ada instruksi yang tidak mungkin dikerjakan oleh pemroses yang akan menjalankannya.
4. Harus terminate
Dalam proses berjalannya algoritma harus ada kriteria berhenti.
5. Output yang dihasilkan tepat
Apabila langkah dalam algoritma logis dan diikuti dengan seksama, maka output yang dihasilkan akan sesuai dengan yang dikehendaki.
Adapun beberapa proses algoritma seperti ditulis dalam buku bertajuk Struktur Data dan Algoritma dengan C++ oleh Anita Sindar sebagai berikut:

– Sequence Process
Yakni instruksi yang dikerjakan secara sekuensial atau berurutan.

– Selection Process
Yakni instruksi yang dikerjakan apabila telah memenuhi kriteria tertentu.

– Iteration Process
Yakni instruksi yang dikerjakan selama memenuhi situasi dan kondisi tertentu.

– Concurrent Process
Yakni beberapa instruksi yang dikerjakan secara bersamaan.
Ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam memilih algoritma, di antaranya:

1. Algoritma haruslah benar
Algoritma yang benar akan memberikan keluaran yang dikehendaki dari berbagai masukan yang didapat.
Algoritma yang salah adalah algoritma yang tidak baik, tidak peduli seberapa bagus algoritma tersebut.
Mengutip buku Algoritma dan Struktur Data untuk Perguruan Tinggi oleh Rintho Rante Rerung, algoritma yang benar adalah algoritma yang sesuai dengan ciri dan syarat algoritma, sesuai dengan aturan bahasa pemrograman yang akan dipakai serta sesuai dengan permasalahan yang akan dikerjakan.
2. Seberapa baik hasil yang dicapai oleh suatu algoritma
Hal ini cukup penting untuk diperhatikan, terkhusus pada algoritma pada algoritma yang membutuhkan aproksimasi hasil. Hasil yang sangat mendekati nilai sebenarnya berasal dari algoritma yang baik.
3. Efisiensi algoritma
Efisiensi suatu algoritma dapat ditinjau dari dua hal, yakni efisiensi waktu dan efisiensi memori.
Walaupun algoritma menghasilkan keluaran yang benar (sangat mendekati), tetapi jika memakan waktu yang lama, umumnya algoritma tersebut tidak digunakan. Begitu juga dengan memori, semakin besar memori yang terpakai maka tidak menunjukkan efisiensi memori.
Nah, itulah penjelasan mengenai pengertian algoritma beserta ciri dan jenisnya. Semoga menambah wawasan detikers ya!

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

source