9 Februari 2023

Apa Arti Satuan "nm" di CPU dan Mengapa Penting? – Kompas.com – Tekno Kompas.com

Apa Arti Satuan "nm" di CPU dan Mengapa Penting?
KOMPAS.com – Anda sering mendengar istilah “4nm”, “7nm”, atau “10nm”? Angka dengan satuan “nm” atau nanometer tersebut biasanya digunakan untuk prosesor (CPU) dalam laptop atau smartphone.
Prosesor atau CPU merupakan komponen utama dari komputer atau smartphone.
Sebab, prosesor bak otak dari perangkat yang menjadi kunci bagaimana kemampuan atau performa yang ditawarkan perangkat tersebut.
Vendor komputer atau smartphone biasanya menyebutkan arsitektur dari prosesor yang digunakan pada perangkatnya.
Misalnya pada Samsung Galaxy S22 yang menggunakan prosesor 4nm (nanometer), atau AMD yang sudah meluncurkan Central Procesing Unit (CPU) 7nm seperti AMD Ryzen 7 5800 G.
Lantas apa sebenarnya maksud dari satuan “nm” atau nanometer pada prosesor (CPU) itu?
Nanometer atau disingkat nm adalah satuan ukuran panjang seperti centimeter (cm). Namun, satuan nanometer sangat kecil, karena 1 nm saja sama dengan 0,000000001 meter.
Dalam prosesor atau CPU, nanometer digunakan untuk menghitung ukuran transistor yang ada dalam prosesor. Meski ukurannya kecil, CPU memiliki miliaran transistor yang melakukan perhitungan melalui sinyal listrik.
Baca juga: AMD dan Intel Kompak Berhenti Jual Prosesor ke Rusia
Dalam dunia teknologi, nm pada prosesor juga disebut sebagai node proses, yaitu proses pembuatan dan desain CPU dengan teknik fotolitografi.
Fotolitografi sendiri adalah teknik pencetakan sirkuit transistor pada silikon. Dalam proses ini, gambar prosesor diukir di sebuah silikon. Oleh karena itulah nanometer pada prosesor atau CPU sering dikaitkan dengan kata “arsitektur”.
Biasanya semakin besar nilainya, semakin bagus hasilnya. Hal ini juga berlaku untuk sejumlah spesifikasi pada komputer atau smartphone, seperti terkait dukungan refresh rate, yang akan lebih baik jika angkanya semakin besar.
Namun, berbeda dengan ukuran nanometer dalam prosesor.
CPU sendiri terdiri dari miliaran transistor yang ditempatkan di dalam satu chip. Semakin kecil ukuran transistornya, maka semakin kecil pula jarak antar transistor. Dengan demikian, pabrikan dapat memuat lebih banyak transistor dalam sebuah CPU.
Semakin pendek jarak antar transistor, akan berdampak pada kinerja yang ditawarkan CPU atau prosesor. CPU akan lebih cepat dengan konsumsi daya yang semakin efisien.
Hal tersebbut juga akan membuat jarak sinyal listrik menjadi lebih pendek dan pada akhirnya menghasilkan daya komputasi yang lebih cepat, konsumsi energi yang lebih minim dan menghasilkan lebih banyak inti/core dalam setiap chip.
Berikut rincian keunggulan prosesor dengan ukuran “nm” yang kecil.
Lebih hemat daya
Sebagaimana perangkat elektronik pada umumnya, transistor juga membutuhkan daya, baik untuk menghidupkan (switch on) atau mati (swtich off).
Semakin kecil ukuran transistornya, maka semakin rendah pula daya yang dibutuhkan untuk bekerja. Pada akhirnya hal ini akan membuat prosesor dengan ukuran transistor yang kecil dapat menghemat daya perangkat dibanding prosesor yang nanometernya lebih besar.
Suhu lebih terjaga
Ketika transistor pada CPU megonsumsi lebih sedikit daya, maka panas yang dihasilkan juga akan menjadi lebih sedikit. Dengan begitu, proses pendinginan mesin juga akan lebih cepat, meskipun kinerjanya tetap dioptimalkan.
Baca juga: Oppo Find X5 Pro Resmi Meluncur dengan Prosesor Gambar MariSilicon X
Kinerja lebih cepat
Saat ukuran transistor lebih kecil, jarak antar transistor juga menjadi lebih kecil atau menjadi lebih rapat. Artinya, sinyal listrik antar transistor juga akan bergerak lebih cepat. Hal ini dalam praktiknya akan membuat kinerja CPU secara umum menjadi lebih cepat.
Transistor lebih padat
Nanometer yang rendah akan meningkatkan kepadatan transistor CPU. Sebab, jika transistornya memiliki ukuran yang kecil, jaraknya juga semakin kecil, sehingga semakin banyak transistor yang dapat ditampung secara bersamaan.
Dihimpun KompasTekno dari Makeuseof, Jumat (11/3/2022), semakin banyak transistor biasanya akan menghasilkan lebih banyak daya komputasi.
Sebagaimana disampaikan sebelumnya, prosesor merupakan otak dari sebuah perangkat. Semakin bagus prosesornya, semakin bagus pula performanya. Lebih rinci, semakin rendah nanometernya, semakin cepat pula kinerja otak sebuah perangkat.
Misalnya pada smartphone A yang menggunakan prosesor octa-core 7nm. Kemudian, smartphone B juga diotaki oleh prosesor dengan jumlah core atau inti yang sama, tapi dengan angka 10nm.
Meski keduanya memiliki jumlah core yang sama, performa prosesor dengan angka “nm” yang lebih kecil akan lebih baik daripada prosesor dengan angka “nm” yang lebih besar.
Baca juga: Fitur Galaxy S22 Ultra yang Ada di Samsung S22 dan S22+

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

source