1 Februari 2023

Apa Itu Linux? Mengenal Fungsi, Sejarah, serta Kelebihan dan Kekurangannya – Kompas.com – Tekno Kompas.com

Apa Itu Linux? Mengenal Fungsi, Sejarah, serta Kelebihan dan Kekurangannya

KOMPAS.com – Selain Windows OS dan MacOS, mungkin sebagian dari Anda sudah tidak asing lagi dengan sistem operasi Linux, yang kerap pula dipakai untuk mengoperasikan desktop (komputer atau laptop).
Di samping untuk desktop, Linux sejatinya juga telah digunakan untuk menjalankan beberapa perangkat lain, seperti ponsel, smart TV, mobil, kulkas pintar, dan sebagainya. Kemudian, beberapa server internet juga berjalan menggunakan sistem operasi Linux.
Baca juga: Apa itu iOS? Mengenal Fungsi hingga Sejarahnya
Melihat keberadaan sistem operasi itu di berbagai platform, lantas sebenarnya apa yang dimaksud dengan Linux? Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah ulasan mengenai apa itu Linux.
Secara sederhana, Linux adalah sistem operasi atau Operating System (OS), sama seperti Windows OS, MacOS, iOS, Android, dan sebagainya.
Seperti sistem operasi umumnya, fungsi Linux adalah sebagai wadah untuk menjembatani komunikasi atau perintah pengguna pada hubungan software dan hardware dalam sebuah perangkat.
Dengan fungsi seperti itu, Linux akan menerima dan menerjemahkan perintah pengguna di software, lalu dikirim ke hardware untuk menghasilkan sebuah output tindakan.
Bila secara definisi dan fungsi sama, lalu apa perbedaan Linux dan sistem operasi lain? Perbedaan utama terletak di akses terhadap kode sumber pemrograman (source code). Source code di Linux tidak dikunci alias bebas diakses oleh siapapun.
Sedangkan pada sistem operasi lain seperti Windows OS, source code tidak bisa diakses oleh pengguna. Dari keterbukaan akses kode pemrograman itu, Linux kerap didefinisikan pula sebagai sistem operasi open source.
Selain dari segi keterbukaan akses source code, Linux juga bisa didapat atau diunduh secara gratis oleh semua pengguna, berbeda sistem operasi lain yang umumnya bisa diperoleh dengan melakukan pembelian.
Pola keterbukaan akses dan distribusi itu tak lepas dari sejarah pengembangan awal Linux, yang berkaitan dengan proyek sistem operasi GNU.
Baca juga: Perbedaan Fungsi CPU dan GPU yang Terdapat di Smartphone
Sebelum Linux lahir, pada tahun 1983, Richard Stallman memulai proyek pengembangan GNU. Tujuan dari pengembangan GNU adalah untuk membuat sistem operasi berbasis Unix yang lebih baik dan dapat diakses secara gratis.
Perlu diketahui, Unix sendiri merupakan sistem operasi yang telah lebih ada pada sekitar 1970’an. Dalam dokumen Manifesto GNU, Stallman menjelaskan bahwa nama GNU merupakan akronim dari “GNU’s Not Unix” (GNU bukan Unix)
Dengan nama itu, Stallman ingin membuat sistem operasi yang lebih baik dari Unix melalui GNU. Tak hanya ingin lebih baik dari segi teknis, tapi juga untuk urusan pendistribusian sistem operasi.
Dalam hal pendistribusian, Stallman memiliki ide atas GNU agar dapat dibagikan secara bebas ke pengguna lain yang ingin memakainya. Lewat GNU, Stallman menentang proses distribusi perangkat lunak yang membatasi pengguna untuk saling berbagi.
Ide kebebasan pendistribusian sistem operasi ini kemudian dituangkan Stallman dengan membentuk Free Software Movement (Gerakan Pembebasan Perangkat Lunak) melalui yayasan Free Software Foundation (FSF), pada 1986.
Hingga 1990’an, proyek GNU telah berhasil membuat beberapa Utility Software (perangkat lunak pendukung/pembantu) yang bebas digunakan, seperti Compiler (penerjemah kode pemrograman ke bahasa mesin) dan Editor Teks.
Namun, Utility Software tidaklah cukup untuk membuat sistem operasi. Proyek GNU saat itu masih kekurangan komponen utama, yakni kernel. Perlu diketahui, kernel sendiri adalah program untuk mengatur hubungan software dan hardware.
Kekurangan dari proyek GNU itu akhirnya ditambal dengan kehadiran Linux sebagai kernel di tahun 1991. Linux dibuat oleh Linus Torvalds menggunakan source code dari Minix (sistem operasi yang mirip Unix) dan Compiler GNU.
Dari kombinasi itu, tak jarang Linux disebut juga dengan GNU/Linux. Torvalds kemudian merilis Linux secara umum ke publik dengan menerapkan sistem pendistribusian yang serupa dengan GNU.
Dalam pendistribusian Linux, setidaknya terdapat empat prinsip kebebasan yang dipegang, antara lain:
Adapun tujuan penerapan prinsip kebebasan adalah untuk membuat antar pengguna bisa saling bekerja sama mengembangkan sistem operasi ini. Dengan prinsip seperti itu, Linux pada akhirnya bebas dikembangkan oleh setiap pengguna.
Dikutip dari laman The Linux Foundation, Linux telah menghasilkan beberapa jenis modifikasi, seperti Ubuntu, Fedora, Linux Mint, Manjaro, Solus, Elementary OS, Antergos, dan sebagainya.
Itulah sejarah Linux secara singkat. Dengan kebebasan modifikasi dan distribusi, lalu apa kelebihan dan kekurangan dari Linux? Simak, penjelasan di bawah ini, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Hitechwhizz.
Baca juga: Pengertian Jaringan Komputer, Lengkap dengan Jenis dan Perbedaanya
Demikian penjelasan seputar kelebihan dan kekurangan Linux, serta fungsi dan sejarahnya, semoga bermanfaat.
 

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

source