9 Februari 2023

Bebas Teknologi Amerika, Ini Spesifikasi Laptop Buatan Rusia – CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Setelah menginvasi Ukraina, Rusia harus berhadapan dengan banyak sanksi dari berbagai negara di dunia. Sanksi datang dari berbagai sektor, termasuk sektor penting yang melibatkan teknologi, software dan hardware.
Negara pimpinan Putin itu dilarang menggunakan produk atau komponen apa pun yang dikembangkan di negara-negara yang memberlakukan sanksi. Rusia harus mencari opsi lain setelah Google, Apple, Intel dan lainnya hengkang dari negara itu.
Dalam banyak aspek, situasi ini mirip dengan Huawei. Perusahaan asal China itu akhirnya mengembangkan perangkat dan software sendiri setelah masuk daftar hitam AS. Hal yang sama juga dilakukan Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikutip dari GizChina, Senin (13/6/2022), Rusia berencana untuk meluncurkan perangkat buatan mereka sendiri. Adapun perangkat tersebut adalah laptop bernama Bitblaze Titan BM15 yang dibuat oleh perusahaan Rusia, yakni Promobit.
Laptop ini akan menggunakan prosesor “Baikal-M” buatan lokal. Bitblaze Titan BM15 akan menampilkan layar IPS 1080p 15,6 inci. Laptop itu juga akan datang dengan memori 16 GB dan penyimpanan SSD 512 GB, lengkap dengan mendukung Wi-Fi dan Bluetooth.
Akan ada kompatibel seperti USB 3.0, HDMI, USB Type-C dan RJ-45 bawaan, serta jack audio. Dan laptop ini akan menggunakan baterai 6000mAh.
Pabrikan akan menawarkan dua versi dalam hal bahan. Selain varian paduan aluminium konvensional, juga akan ada versi paduan titanium.
Seperti dikatakan, laptop tersebut menggunakan prosesor seri Baikal-M yang dikembangkan oleh perusahaan Rusia.
Akan tetapi, chipset-nya menggunakan arsitektur TSMC 28 nm. Selain itu, arsitektur octacore-nya mengintegrasikan core Cortex-A57 berkecepatan hingga 1,5GHz.
Chip ini mengadopsi inti GPU Mali-T628 MP8 berkecepatan 750 MHz, mendukung dual-channel DDR4-2400 atau memori DDR3-1600. Laptop buatan Rusia ini pakai OS Astra Linux atau Alt Linux.
Batch pertama Bitblaze Titan BM15 dengan jumlah 1.000 unit akan dirakit beberapa bulan ke depan dengan pelanggan pihak pemerintah dan perusahaan Rusia.
Soal harga, laptop ini akan dijual mulai dari US$ 1.608 (sekitar Rp 23 juta) hingga USD 1.929 (Rp 28 juta).
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

source