9 Februari 2023

Menelisik Tren Penggunaan Micro-Frontend dari Sisi Computer Science – Business Law

Computer Science kerap kali dianggap sama dengan teknik komputer. Padahal, Ilmu Komputer sebagai disiplin ilmu lebih menitikberatkan pada rekayasa software dan hardware, serta mengenai pemrograman. Sementara itu, teknik komputer cenderung berhubungan dengan hardware.
Bahasan kali ini akan mengulik tren penggunaan micro-frontend pada pengembangan aplikasi, yang tentunya erat kaitannya dengan dasar-dasar keilmuan yang dipelajari di jurusan Ilmu Komputer.
Micro-frontend adalah pendekatan desain dalam proses pengembangan aplikasi. Pendekatan ini tengah naik daun akhir-akhir ini dan menjadi tren seiring meningkatnya kompleksitas dari berbagai aplikasi yang dikembangkan. Makin kompleks sebuah aplikasi, maka kecenderungan untuk menjadi berantakannya juga lebih tinggi, ditambah lagi kesulitan dalam pemeliharaan. Pendekatan micro-frontend menjadi solusi untuk mengantisipasi kondisi tersebut.
Pada pendekatan micro-frontend, frontend atau tampilan yang dilihat pengguna aplikasi dipecah menjadi bagian-bagian lebih kecil. Tim kerja yang mengembangkan masing-masing micro front-end dapat menggunakan teknologi dan kerangka kerja yang berbeda. Tiap bagian kemudian mengalami pengujian terpisah sehingga dapat dipergunakan dan diperbarui secara independen.
Contoh pengaplikasian micro-frontend dapat dilihat pada proses pembuatan aplikasi e-commerce, yang hingga 2022 ini permintaannya tidak pernah surut malah makin bertambah. Aplikasi e-commerce mempunyai banyak fitur, di antaranya fitur profil, fitur search option, fitur order, fitur pembayaran, fitur contact person dan lain-lain. Teknis pengembangan dari setiap fitur tidak sama, mengingat strukturnya pun berlainan.   
Mengembangkan frontend yang bagus bukan hal mudah. Penggunaan pendekatan micro-frontend relatif lebih memudahkan dalam pengelolaan. Penskalaan frontend membuat tim pengembang dapat bekerja secara simultan untuk mengembangkan aplikasi yang rumit sekalipun. Fleksibilitas menjadi kelebihan lainnya dari penggunaan pendekatan micro-frontend
Kekurangan menggunakan pendekatan micro-frontend antara lain risiko debugging, konsumsi memori yang lebih besar, dan kemungkinan desain UX yang tidak konsisten antara tiap-tiap micro-frontend karena dirancang oleh banyak kepala. 
Algoritma dan struktur data, logika informatika, probabilitas dan statistika, pemrograman berorientasi objek, basis data, sistem operasi, dasar rekayasa perangkat lunak, manajemen perangkat lunak, arsitektur komputer, dan pengembangan aplikasi pada platform khusus,  merupakan materi-materi yang dipelajari di jurusan Computer Science yang berhubungan dengan pengembangan software atau aplikasi. Ilmu Komputer pastinya memiliki peranan yang besar dalam membentuk kecakapan mengembangkan aplikasi, termasuk saat memilih pendekatan yang akan dipakai.
Computer science menjadi satu dari sekian jurusan di BINUS UNIVERSITY yang tidak pernah sepi peminat.  Mahasiswa yang berkuliah di jurusan Ilmu Komputer bisa dibilang memiliki masa depan yang sangat menjanjikan, seiring perkembangan teknologi informasi yang melaju kencang. Skill mumpuni di bidang IT membuka peluang untuk bergabung di perusahaan IT terkemuka dan memperoleh penghasilan sangat memadai, atau menjalankan bisnis sendiri sebagai pengembang software.
Jika tertarik dengan Ilmu Komputer dan Software Engineering maka melanjutkan studi di BINUS UNIVERSITY, dengan pengalaman selama berpuluh tahun dalam mencetak lulusan-lulusan terbaik yang kemampuannya diakui di kancah internasional, merupakan pilihan cerdas. Sebagai perguruan tinggi Indonesia kelas dunia, jurusan Ilmu Komputernya memiliki keunggulan dalam hal berinovasi dan penerapan Computer Science untuk meningkatkan kualitas hidup. 
Jurusan Ilmu Komputer hadir di Kota Semarang dan Bandung—dua kota besar dengan potensi yang luar biasa dan kondusif untuk mengenyam pendidikan. Sarana dan prasarana baik di Semarang maupun Bandung sangat mendukung bagi para mahasiswa untuk menimba ilmu dan mengasah keterampilan. Mahasiswa dapat  langsung praktik pengembangan perangkat lunak yang berfokus pada sistem inteligensi, teknologi berbasis data, multimedia, jaringan, hingga pengembangan game. 
BINUS UNIVERSITY berperan aktif berkolaborasi dengan industri global. Salah satunya memberikan dukungan penuh pada para pengajar dan mahasiswa dari jurusan Computer Science untuk produktif dalam berkreasi dan melakukan berbagai bentuk penelitian. Mahasiswa dipersiapkan untuk terjun ke masyarakat sebagai para  profesional di bidang IT yang terampil, berwawasan luas, serta mempunyai jiwa kepemimpinan.

source