9 Februari 2023

Mengenal Virtual RAM, Benarkah Bisa Dongkrak Performa Ponsel? – Kompas.com – Tekno Kompas.com

Mengenal Virtual RAM, Benarkah Bisa Dongkrak Performa Ponsel?

KOMPAS.com – Sejumlah ponsel yang dipasarkan di Indonesia kini dibekali dengan teknologi yang bisa “menambah” kapasitas RAM. Teknologi tersebut hadir dengan nama fitur yang berbeda-beda tiap vendor ponsel.
Samsung, misalnya, menyebut fitur ini dengan nama RAM Plus. Lalu ada Oppo yang menamai fitur tersebut sebagai Memory Expansion, dan Vivo dengan Extended RAM.
Meski namanya berbeda-beda, fungsi utama dari fitur ini sejatinya sama persis, yaitu untuk meringankan kinerja RAM dengan cara “meminjam” sedikit kapasitas media penyimpanan (storage) untuk dijadikan sebagai memori RAM.
Nantinya, jumlah storage yang “dipinjam” ini akan difungsikan menjadi RAM, sehingga total RAM di ponsel seakan bisa melebihi kapasitas aslinya, contohnya dari 8 GB menjadi 13 GB (tambahan 5 GB dari storage).
Baca juga: Terungkap, RAM iPhone SE 2022 Lebih Besar dari Versi 2020
Lantas, bagaimana sebenarnya cara kerja fitur Extended RAM dan sejenisnya ini? Apakah fitur tersebut benar-benar menambah besar RAM dan bisa meningkatkan performa ponsel?
Untuk mengetahui jawabannya, ada baiknya untuk mengetahui apa arti dan cara kerja RAM di sebuah smartphone.

Ilustrasi RAM.Giffgaff Ilustrasi RAM.

RAM merupakan singkatan dari Random Access Memory, suatu komponen dalam perangkat elektronik, dalam hal ini smartphone yang fungsinya mirip dengan storage.
Hanya saja, RAM sejatinya memiliki kecepatan yang lebih “ngebut” dibading storage, sehingga komponen ini cocok untuk menjalankan, memproses, atau meluncurkan suatu aplikasi dengan cepat.
Sebelum disimpan di RAM, berbagai file sistem dan aplikasi yang ada di ponsel sendiri, termasuk file sistem operasi (OS), tersimpan di memori internal perangkat.
Ketika hendak dibutuhkan, file-file atau aplikasi tersebut lantas akan dimuat ke dalam RAM agar ponsel bisa menjalankannya dengan lancar.
Baca juga: Apa Itu RAM di Smartphone dan Fungsinya?
Nah, ketika file atau suatu aplikasi tidak dipakai lagi, maka RAM secara otomatis akan menghapusnya, supaya porsi RAM yang terpakai tadi, bisa digunakan kembali oleh aplikasi lain.
Seluruh informasi yang tersimpan dalam RAM juga biasanya akan hilang atau dihapus secara otomatis, apabila ponsel di-restart.

Informasi RAM di menu ponsel.KOMPAS.com/Bill Clinten Informasi RAM di menu ponsel.

Virtual RAM, RAM Expansion, dan sejenisnya adalah fitur untuk mengalokasikan sebagian media penyimpanan sebagai RAM virtual untuk menyimpan aplikasi yang berjalan tapi tidak sedang digunakan.
Karena disimpan di virtual RAM, maka aplikasi-aplikasi yang disimpan di sini akan lebih cepat diluncurkan kembali, apabila dibutuhkan.
Jika tidak ada virtual RAM, sistem akan memuat aplikasi yang hendak dijalankan oleh pengguna. Proses pembukaan aplikasi ini biasanya memakan waktu, terlebih apabila aplikasi tersebut belum “tersimpan” di dalam RAM atau virtual RAM.
Di berbagai ponsel Android sendiri, besar virtual RAM biasanya tidak melebihi RAM fisik yang terpasang di ponsel.
Baca juga: Ini Bedanya RAM, ROM, dan Memori Penyimpan Data
Pada Galaxy A53 5G, misalnya, besar virtual RAM maksimal yang bisa dialokasikan sistem melalui fitur RAM Plus adalah 8 GB. Kemudian di Oppo Reno7 4G, besar virtual RAM yang bisa didapat pengguna adalah 5 GB.
Lantas, akankah performa ponsel bertambah seiring dengan besarnya virtual RAM yang dimilikinya?

Ilustrasi fitur benchmark storage dan RAM dua ponsel yang memiliki fitur RAM Expansion. Gambar di sebelah kiri merupakan ponsel Oppo Reno7 4G dan di sebelah kanan merupakan Samsung Galaxy A53 5G.KOMPAS.com/Bill Clinten Ilustrasi fitur benchmark storage dan RAM dua ponsel yang memiliki fitur RAM Expansion. Gambar di sebelah kiri merupakan ponsel Oppo Reno7 4G dan di sebelah kanan merupakan Samsung Galaxy A53 5G.

Untuk menjawab pertanyaan di atas tadi, kami melakukan pengujian (benchmark) terhadap Samsung Galaxy A53 5G dan Oppo Reno7 4G menggunakan aplikasi pengujian storage dan RAM yang bernama CPDT Benchmark.
Seperti diketahui, kedua ponsel ini sama-sama dibekali dengan fitur virtual RAM namun dengan besar yang berbeda, yaitu 8 GB untuk Galaxy A53 5G dan 5 GB untuk Reno7 4G.
Kami pun mengatur fitur RAM Plus di Galaxy A53 5G ke 4 GB, sehingga total RAM akan menjadi 12 GB. Sedangkan di Reno7 4G, kami mengaturnya ke 5 GB, sehingga total RAM akan menjadi 13 GB.
Hasilnya, Reno7 4G ternyata memiliki kecepatan transfer data, alias “Memory copy” di aplikasi CPDT Benchmark, dengan angka rata-rata 2,1 GB/s.
Sementara Galaxy A53 5G memiliki Memory copy dengan angka rata-rata 5,1 GB/s. Artinya, Reno7 4G memiliki kecepatan transfer lebih besar dibanding Galaxy A53 5G, meski “total RAM” yang dimiliki lebih besar dengan 13 GB.
Selanjutnya, kami juga mencoba menambah besar RAM virtual di Galaxy A53 5G menjadi 8 GB, sehingga total RAM menjadi 16 GB.
Hasilnya ternyata sama saja, ponsel tersebut memiliki Memory copy sekitar 5 GB/s, artinya virtual RAM memang tak akan berpengaruh terhadap kecepatan transfer data suatu RAM.
Ini berarti menunjukkan bahwa sebesar apapun virtual RAM yang dialokasikan sistem, maka kecepatan transfer data RAM, yang berujung pada performa ponsel secara keseluruhan, tidak akan berpengaruh pada kinerja RAM ponsel.
Baca juga: Xiaomi Bikin MIUI Go untuk Ponsel dengan RAM Terbatas
Adapun yang paling berpengaruh di kecepatan RAM adalah besar atau kapasitas serta jenis RAM itu sendiri, dan kedua ponsel yang diuji coba tadi menggunakan jenis RAM LPDDR4X.
Di atas kertas, LPDDR4X lebih mumpuni dibandingkan LPDDR4, baik itu dari segi transfer data maupun konsumsi daya.
Dengan pengujian tadi, bisa disimpulkan bahwa ponsel dengan RAM 8 GB memiliki kinerja lebih cepat dibanding ponsel dengan RAM 4 GB atau 6 GB dengan tipe RAM yang sama, meskipun ponsel RAM 4 GB dan 6 GB memiliki fitur RAM Expansion.
Pasalnya, RAM bisa dibilang sebagai “memori aktif” yang mutlak bekerja terus menerus untuk menopang performa ponsel.
Di sisi lain, virtual RAM sejatinya merupakan storage yang berperan sebagai “memori pasif”, di mana aplikasi-aplikasi yang tersimpan di sini nantinya juga akan “dipindahkan” ke RAM ketika hendak dijalankan.
Baca juga: Windows 11 Dilaporkan Bikin Komputer Boros RAM
Selain itu, virtual RAM sendiri biasanya dipakai secara “darurat”, artinya bakal berjalan ketika sistem mendeteksi bahwa RAM tak mampu atau “keberatan” menopang performa ponsel, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari IndianExpress, Selasa (14/6/2022).
Meski demikian, hal tersebut bukan berarti virtual RAM tidak penting. Seperti yang disebutkan di atas tadi, kehadiran virtual RAM terbilang berguna supaya ponsel bisa memuat berbagai aplikasi yang “sudah disiapkan” di dalamnya, apabila kapasitas RAM penuh.
Tanpa adanya virtual RAM, tugas ini akan menjadi beban dari RAM itu sendiri, dan tentunya akan berpengaruh pada performa ponsel ketika membuka atau menjalankan suatu aplikasi.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

source