9 Februari 2023

Penyebab HP Android Lemot dan Cara Mengatasinya – Kompas.com – Tekno Kompas.com

Penyebab HP Android Lemot dan Cara Mengatasinya
KOMPAS.com – Ponsel Android yang sudah dipakai dalam jangka waktu yang cukup lama, dapat mengalami penurunan kinerja.
Karena kinerja yang menurun, tidak jarang ponsel Android kesulitan menjalankan aplikasi dengan lancar alias lemot. Hal ini tentu sangat mengganggu karena ponsel tidak dapat digunakan dengan optimal.
Penurunan kinerja yang timbul pada ponsel Android sejatinya turut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, selain usia perangkat itu sendiri.
Nah, berikut ini adalah beberapa hal penyebab HP Android jadi lemot dan cara mengatasinya, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari How to Geek, Selasa (22/2/2022).
Baca juga: Android 13 Resmi Pakai Nama Tiramisu
Ponsel Android kerap mendapatkan pembaruan sistem operasi. Pembaruan OS tersebut biasanya membawa sejumlah penambahan fitur atau perbaikan tertentu.
Namun, meski pembaruan OS digelontorkan agar ponsel berjalan optimal, tidak jarang pembaruan ini membutuhkan banyak ruang penyimpanan.
Selain itu, ponsel akan lebih terbebani dengan beragam fitur-fitur yang dimasukkan ke dalam ponsel.
Ini dapat menyebabkan kinerja ponsel semakin berkurang seiring dengan hadirnya pembaruan sistem yang dipasang pada ponsel.
Sayangnya, tidak banyak yang dapat dilakukan pengguna untuk mengatasi hal ini. Pengguna dapat beralih menggunakan aplikasi “Lite” yang menyediakan layanan yang lebih ringan.
Sebagai gantinya, pengguna bisa menjalankan aplikasi dengan lebih lancar, meski tampilan yang disajikan lebih sederhana serta ketersediaan fitur-fitur yang tidak selengkap aplikasi orisinalnya.
Ada sejumlah aplikasi yang dapat aktif dan berjalan secara diam-diam di background. Aplikasi jenis ini umumnya akan terus-menerus memakan penggunaan RAM sehingga kinerja RAM dan prosesor akan selalu terbebani.
Baca juga: Penampakan Awal Android 13 Beserta Fitur Barunya
Aplikasi seperti wallpaper live dan widgets juga kerap berjalan di background, meski aplikasi tersebut tidak dalam keadaan sedang digunakan. Contoh lainnya adalah aplikasi media sosial.
Apabila RAM dan CPU selalu dalam keadaan sibuk lantaran harus menyediakan ruang untuk menjalankan aplikasi sejenis ini, maka ponsel tidak dapat membuka aplikasi lain dengan lancar.
Untuk memperbaiki masalah ini, pengguna disarankan untuk segera mencopot pemasangan (uninstall) aplikasi yang sekiranya berjalan di background.
Selain itu, pengguna juga dianjurkan untuk tidak memasang widgets di layar home screen dalam jumlah yang banyak.
Tak jarang pengguna akan memasang beragam jenis aplikasi di ponsel. Sebagian dari aplikasi ini mungkin sudah tak lagi digunakan sehingga menumpuk dan memakan ketersediaan penyimpanan ponsel.
Secara tidak langsung, penuhnya penyimpanan memori ponsel juga bisa disebabkan oleh data cache yang kian tertimbun.
Jika hal ini dibiarkan secara terus menerus, memori perangkat akan menjadi penuh dan mengakibatkan ponsel Android menjadi lambat bekerja.
Cara mengatasi lemot yang disebabkan oleh penyimpanan ponsel yang penuh bisa dilakukan dengan menghapus aplikasi yang tidak lagi digunakan.
Pengguna juga dapat menghapus atau memindahkan foto, video, serta file yang penting ke penyimpanan cloud.
Di antara aplikasi yang sudah terpasang, ada beberapa yang tidak bisa di-uninstall secara manual. Kemungkinan besar aplikasi tersebut sudah ditanamkan di perangkat ponsel alias aplikasi bawaan.
Satu-satunya cara yang bisa dilakukan pengguna adalah dengan menonaktifkan (disable) penggunaan aplikasi melalui menu Pengaturan.
Baca juga: Daftar HP Android Terkencang Januari 2022 Versi AnTuTu
Di Google Play Store, ada sejumlah aplikasi “app cleaner” yang menjanjikan kinerja ponsel menjadi lebih lancar. Aplikasi jenis ini bekerja dengan “membunuh” aplikasi yang sedang berjalan pada ponsel.
Meski terdengar sangat bermanfaat, namun, pengguna ponsel Android disarankan untuk menjauhi aplikasi semacam ini.
Setiap aplikasi yang “dimatikan” oleh app cleaner akan membutuhkan waktu yang lebih lama ketika hendak kembali digunakan oleh pengguna.
Selain bisa menyebabkan kinerja aplikasi menjadi lebih lamban, aplikasi yang ingin dibuka akan membutuhkan konsumsi daya baterai yang lebih banyak.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

source