" Kisah Juraij si Alhi Ibadah "
๐
16/10/2019 23:09 WIB
๐๏ธ Dibaca: 8 kali
InhilNews - Kisah ini dikenal dengan kisah Juraij. Di dalamnya dikisahkan anak yang tidak mau mendengar panggilan orang tua padahal ia sedang shalat sunnah. Dan disebutkan mengenai bayi yang bisa berbicara saat dalam momongan.
Dari Abu Hurairah, ia berkata, โRasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ู
ูุง ุชููููููู
ู ู
ูููููููุฏู ู
ููู ุงููููุงุณู ููู ู
ูููุฏู ุฅููุงูู ุนูููุณูู ุจููู ู
ูุฑูููู
ู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู [ููุณููููู
ู] ููุตูุงุญูุจู ุฌูุฑูููุฌูโ ูููููู: ููุง ููุจูููู ุงูููู! ููู
ูุง ุตูุงุญูุจู ุฌูุฑูููุฌูุ ููุงูู: โููุฅูููู ุฌูุฑูููุฌูุง ููุงูู ุฑูุฌููุงู ุฑูุงููุจุงู ููู ุตูููู
ูุนูุฉู ููููุ ููููุงูู ุฑูุงุนููู ุจูููุฑู ููุฃูููู ุฅูููู ุฃูุณููููู ุตูููู
ูุนูุชูููุ ููููุงููุชู ุงูู
ูุฑูุฃูุฉู ู
ููู ุฃููููู ุงููููุฑูููุฉู ุชูุฎูุชููููู ุฅูููู ุงูุฑููุงุนููุ ููุฃูุชูุชู ุฃูู
ูููู ููููู
ููุง ููููุงููุชู: ููุง ุฌูุฑูููุฌู! ูููููู ููุตูููููุ ููููุงูู ููู ููููุณููู โ ูููููู ููุตููููู โ ุฃูู
ููู ููุตููุงูุชููุ ููุฑูุฃูู ุฃููู ููุคูุซูุฑู ุตููุงูุชูููุ ุซูู
ูู ุตูุฑูุฎูุชู ุจููู ุงูุซููุงููููุฉูุ ููููุงูู ููู ููููุณููู: ุฃูู
ููู ููุตููุงูุชููุ ููุฑูุฃูู ุฃููู ููุคูุซูุฑู ุตููุงูุชููู. ุซูู
ูู ุตูุฑูุฎูุชู ุจููู ุงูุซูุงููุซูุฉู ููููุงูู: ุฃูู
ููู ููุตููุงูุชููุ ููุฑูุฃูู ุฃููู ููุคูุซูุฑู ุตููุงูุชููู. ููููู
ููุง ููู
ู ููุฌูุจูููุง ููุงููุชู: ูุงู ุฃูู
ูุงุชููู ุงูููู ููุง ุฌูุฑูููุฌู! ุญูุชููู ุชูููุธูุฑู ููู ููุฌููู ุงูู
ูููู
ูุณูุงุชู. ุซูู
ูู ุงููุตูุฑูููุชู ููุฃูุชููู ุงููู
ููููู ุจูุชููููู ุงููู
ูุฑูุฃูุฉู ููููุฏูุชู. ููููุงูู: ู
ูู
ููููุ ููุงููุชู: ู
ููู ุฌูุฑูููุฌู. ููุงูู: ุฃูุตูุงุญูุจู ุงูุตููููู
ูุนูุฉูุ ููุงููุชู: ููุนูู
ู. ููุงูู: ุงูููุฏูู
ููุง ุตูููู
ูุนูุชููู ููุฃูุชูููููู ุจูููุ ููุถูุฑูุจูููุง ุตูููู
ูุนูุชููู ุจูุงููููุฆูููุณูุ ุญูุชููู ููููุนูุชู. ููุฌูุนูููููุง ููุฏููู ุฅูููู ุนููููููู ุจูุญูุจูููุ ุซูู
ูู ุงููุทููููู ุจูููุ ููู
ูุฑูู ุจููู ุนูููู ุงููู
ูููู
ูุณูุงุชูุ ููุฑูุขููููู ููุชูุจูุณููู
ูุ ููููููู ููููุธูุฑููู ุฅููููููู ููู ุงููููุงุณู. ููููุงูู ุงููู
ููููู: ู
ูุง ุชูุฒูุนูู
ู ููุฐูููุ ููุงูู: ู
ูุง ุชูุฒูุนูู
ูุ ููุงูู: ุชูุฒูุนูู
ู ุฃูููู ููููุฏูููุง ู
ููููู. ููุงูู: ุฃูููุชู ุชูุฒูุนูู
ูููููุ ููุงููุชู: ููุนูู
ู. ููุงูู: ุฃููููู ููุฐูุง ุงูุตููุบูููุฑูุ ููุงููููุง: ููุฐูุง ููู ุญูุฌูุฑูููุงุ ููุฃูููุจููู ุนููููููู. ููููุงูู: ู
ููู ุฃูุจูููููุ ููุงูู: ุฑูุงุนูู ุงููุจูููุฑู. ููุงูู ุงููู
ููููู: ุฃูููุฌูุนููู ุตูููู
ูุนูุชููู ู
ููู ุฐูููุจูุ ููุงูู: ูุงู. ููุงูู: ู
ููู ููุถููุฉูุ ููุงูู: ูุงู. ููุงูู: ููู
ูุง ููุฌูุนูููููุงุ ููุงูู: ุฑูุฏููููููุง ููู
ูุง ููุงููุชู. ููุงูู: ููู
ูุง ุงูููุฐูู ุชูุจูุณููู
ูุชูุ ููุงูู: ุฃูู
ูุฑุงู ุนูุฑูููุชูููุ ุฃูุฏูุฑูููุชูููู ุฏูุนูููุฉู ุฃูู
ูููุ ุซูู
ูู ุฃูุฎูุจูุฑูููู
ู
โTidak ada bayi yang dapat berbicara dalam buaian kecuali Isa bin Maryam dan (bayi di masa) Juraijโ Lalu ada yang bertanya,โWahai Rasulullah siapakah Juraij?โ Beliau lalu bersabda, โJuraij adalah seorang rahib yang berdiam diri pada rumah peribadatannya (yang terletak di dataran tinggi/gunung). Terdapat seorang penggembala yang menggembalakan sapinya di lereng gunung tempat peribadatannya dan seorang wanita dari suatu desa menemui penggembala itu (untuk berbuat mesum dengannya).
(Suatu ketika) datanglah ibu Juraij dan memanggil anaknya (Juraij) ketika ia sedang melaksanakan shalat, โWahai Juraij.โ Juraij lalu bertanya dalam hatinya, โApakah aku harus memenuhi panggilan ibuku atau meneruskan shalatku?โ Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya lalu memanggil untuk yang kedua kalinya.ย Juraij kembali bertanya di dalam hati, โIbuku atau shalatku?โ Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya memanggil untuk kali ketiga. Juraij bertanya lagi dalam hatinya, โlbuku atau shalatku?โ Rupanya dia tetap mengutamakan shalatnya. Ketika sudah tidak menjawab panggilan, ibunya berkata, โSemoga Allah tidak mewafatkanmu, wahai Juraij sampai wajahmu dipertontonkan di depan para pelacur.โ Lalu ibunya pun pergi meninggalkannya.
Wanita yang menemui penggembala tadi dibawa menghadap raja dalam keadaan telah melahirkan seorang anak. Raja itu bertanya kepada wanita tersebut, โHasil dari (hubungan dengan) siapa (anak ini)?โ โDari Juraijโ, jawab wanita itu. Raja lalu bertanya lagi, โApakah dia yang tinggal di tempat peribadatan itu?โ โBenarโ, jawab wanita itu. Raja berkata, โHancurkan rumah peribadatannya dan bawa dia kemari.โ Orang-orang lalu menghancurkan tempat peribadatannya dengan kapak sampai rata dan mengikatkan tangannya di lehernya dengan tali lalu membawanya menghadap raja. Di tengah perjalanan Juraij dilewatkan di hadapan para pelacur. Ketika melihatnya Juraij tersenyum dan para pelacur tersebut melihat Juraij yang berada di antara manusia.
Raja lalu bertanya padanya, โSiapa ini menurutmu?โ Juraij balik bertanya, โSiapa yang engkau maksud?โ Raja berkata, โDia (wanita tadi) berkata bahwa anaknya adalah hasil hubungan denganmu.โ Juraij bertanya, โApakah engkau telah berkata begitu?โ โBenarโ, jawab wanita itu. Juraij lalu bertanya, โDi mana bayi itu?โ Orang-orang lalu menjawab, โ(Itu) di pangkuan (ibu)nya.โ Juraij lalu menemuinya dan bertanya pada bayi itu, โSiapa ayahmu?โ Bayi itu menjawab, โAyahku si penggembala sapi.โ
Kontan sang raja berkata, โApakah perlu kami bangun kembali rumah ibadahmu dengan bahan dari emas?โ Juraij menjawab, โTidak perluโ. โAtaukah dari perak?โ lanjut sang raja. โJanganโ, jawab Juraij. โLalu dari apa kami akan bangun rumah ibadahmu?โ, tanya sang raja. Juraij menjawab, โBangunlah seperti sedia kala.โ Raja lalu bertanya, โMengapa engkau tersenyum?โ Juraij menjawab, โ(Saya tertawa) karena suatu perkara yang telah aku ketahui, yaitu terkabulnya doโa ibuku terhadap diriku.โ Kemudian Juraij pun memberitahukan hal itu kepada mereka.โ
(Disebutkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod) [Dikeluarkan pula oleh Bukhari: 60-Kitab Al Anbiyaa, 48-Bab โWadzkur fil kitabi Maryamโ. Muslim: 45-Kitab Al Birr wash Shilah wal Adab, hal. 7-8]
Pelajaran dari Kisah Juraij
1- Hadits ini menunjukkan keutamaan orang berilmu dibanding ahli ibadah. Seandainya Juraij seorang alim (yang berilmu), maka tentu ia akan lebih memilih untuk menjawab panggilan ibunya dibanding melanjutkan shalat.
2- Seorang anak harus berhati-hati dengan kemarahan orang tuanya. Karena jika ia sampai membuat orang tua marah dan orang tua mendoakan jelek, maka itu adalah doโa yang mudah diijabahi. Ia tahu akan hal itu, sehingga membuatnya tersenyum.
3- Bukti doโa jelek dari ibu terkabul karena Juraij akhirnya dipertontonkan di hadapan wanita pelacur sebagaimana doโa ibunya.
4- Berbakti pada orang tua adalah akhlak mulia, lebih-lebih bakti pada ibu.
5- Juraij menunjukkan sikap yang benar ketika menghadapi masalah yaitu harus yakin akan pertolongan Allah.
6- Zuhudnya Juraij karena hanya meminta tempat ibadahnya dibangun seperti sedia kala. Ia tidak minta diganti dengan emas atau perak.
7- Ketika musibah menimpa, barulah orang ingat akan dosa, ada juga yang mengingat akan doโa jelek yang menimpa dirinya seperti dalam kisah Juraij ini.
8- Bakti pada orang tua adalah wajib, termasuk di antaranya adalah memenuhi panggilannya. Sedangkan shalat sunnah hukumnya sunnah, artinya berada di bawah bakti pada ortu.
9- Doโa ibu Juraij tidak berlebihan yaitu tidak sampai mendoakan Juraij terjerumus dalam perbuatan keji (zina). Ia hanya doโakan agar Juraij dipertontonkan di hadapan para pelacur, tidak lebih dari itu.
10- Tawakkal dan keyakinan yang tinggi pada Allah akan membuat seseorang keluar dari musibah.
11- Jika ada dua perkara yang sama-sama penting, maka dahulukan perkara yang paling penting. Seperti ketika bertabrakan antara memenuhi panggilan ibu ataukah shalat sunnah, maka jawabnya, memenuhi panggilan ibu.
12- Allah selalu memberikan jalan keluar (jalan kemudahan) bagi para wali-Nya dalam kesulitan mereka.
13- Hadits ini menunjukkan adanya karomah wali, berbeda halnya dengan Muโtazilah yang menolak adanya karomah tersebut.
Hanya Allah yang memberi taufik pada ilmu dan amal.